8609

HARI INI 13
BULAN INI 8609
TAHUN INI 1686

BUPATI SIDOARJO MERAIH PENGHARGAAN SEBAGAI PEMBINA TERBAIK PENERAPAN CARA BUDIDAYA IKAN YANG BAIK

Publish Selasa, 20 Februari 2024

Dibaca 132 kali

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menghadiri peringatan Hari Nusantara ke- 24 tahun 2023 yang digelar Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Pemprov Jawa Timur di Taman Hiburan Pantai Kenjeran, Surabaya, Senin 11 Desember 2023. Pada kesempatan itu, Gubernur Khofifah menyapa sekaligus mengapresiasi antusiasme 2.500 nelayan, petambak, dan pembudidaya ikan yang datang dari berbagai kabupaten maupun kota se-Jawa Timur dalam menghadiri kegiatan tahunan tersebut. Ia menyebut nelayan selama ini telah memberikan banyak kontribusi. Selain itu, Khofifah juga bilang bahwa nelayan adalah pemersatu Indonesia sebagai negara bahari.

"Nelayan tidak hanya memberi kontribusi terhadap PDRB dan PDB. Bagaimana nelayan membangun kekuatan untuk bisa menyiapkan logistik dan terutama ketahanan pangan. Namun yang tadi saya sampaikan bahwa nelayan telah melakukan ikhtiar untuk memainkan fungsi sebagai pemersatu Negeri Bahari, Negara Kesatuan Republik Indonesia," ujarnya.

Gubernur Khofifah menambahkan, sektor kelautan dan perikanan juga menjadi faktor penting dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045. Aneka produk ikan yang dihasilkan menjadi asupan pangan utama guna menyiapkan generasi unggul 2045.

Hal ini selaras dengan tema Sapa Nelayan pada peringatan Hari Nusantara kali ini, yaitu Ikan untuk Generasi Emas 2045.

"Jawa Timur sendiri memiliki potensi kelautan dan perikanan yang sangat besar. Jawa Timur memiliki produksi perikanan tangkap tertinggi secara nasional sebesar 598.317 ton dan perikanan budidaya tertinggi kedua sebesar 1.314.200,80 ton," tandas Khofifah. Produksi perikanan tangkap dan budidaya ini tidak hanya digunakan untuk memenuhi kebutuhan di dalam provinsi, saja melainkan juga berhasil menembus pasar luar negeri. Capaian tersebut, lanjut Khofifah, masih dapat ditingkatkan lagi mengingat Provinsi Jawa Timur memiliki panjang pantai sepanjang 3.543,54 kilometer. Dengan pengelolaan wilayah laut seluas lebih kurang 5,2 juta hektare yang melintasi 22 kabupaten/kota berpesisir di bagian utara dan selatan, Pulau Madura, serta 504 pulau-pulau kecil di wilayah Jatim.

Selain memiliki banyak potensi sektor kelautan dan perikanan, baik dari segi geografis, sumber daya alam dan sarana prasarana, Jatim juga mempunyai potensi sumber daya manusia yang besar di antaranya 235 ribu nelayan, 277 ribu pembudidaya ikan, 7 ribu petambak garam, 18 ribu unit usaha pemasaran, 8 ribu unit pengolah ikan mikro dan 428 unit pengolah ikan besar.

Dengan kegiatan Sapa Nelayan ini, Gubernur Khofifah berharap bisa menjadi pelecut semangat untuk terus memberikan kontribusi terbaik bagi kemajuan sektor kelautan dan perikanan. "Semoga pertemuan ini bisa membangun semangat kita untuk terus tumbuh dan melaju. Serta semoga kesejahteraan nelayan, petambak, dan pembudidaya bisa terus meningkat," tandasnya.

Di sisi lain, secara khusus, Khofifah mengajak masyarakat, khususnya para nelayan, menjadikan Hari Nusantara yang jatuh pada 13 Desember 2023 sebagai momentum mempererat persatuan Indonesia. Ia juga merefleksikan bagaimana persatuan Indonesia yang merupakan negara kesatuan bisa terjaga dengan baik. Pada kesempatan yang sama, Gubernur Khofifah juga memberikan penghargaan kepada kepala daerah, kategori Pembina Terbaik Pemberdayaan Nelayan diberikan kepada Wali Kota Surabaya. Pembina Terbaik Kelembagaan Kelompok Usaha Bersama (KUB) diberikan pada Bupati Trenggalek. Serta Pembina Terbaik Penerapan Taat Berijin berhasil diraih Bupati Pamekasan. Kemudian kategori Pembina Terbaik Pengembangan Budidaya Lele Sistem Sirkulasi diraih Bupati Kediri. Pembina Terbaik Penerapan Cara Budidaya Ikan Yang Baik di Provinsi Jawa Timur diberikan pada Bupati Sidoarjo. Serta Pembina Terbaik Penerapan Cara Pembenihan Ikan Yang Baik di Provinsi Jawa Timur diberikan pada Bupati Ngawi. Sementara itu, Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Sidoarjo Drs. Ec. Tjarda, MM mengatakan, penghargaan ini tidak terlepas dari sumbangsih dan peran serta beberapa stakeholder terkait antara lain pembudidaya air tawar maupun air payau yang sadar dan paham dalam penerapan CBIB, pihak ATINA Sidoarjo melalui kegiatan sekolah lapang dalam mensosialisasikan arti pentingnya ber-CBIB dan penyuluh perikanan kab. Sidoarjo yang turut serta membantu pembudidaya selama ini dalam pembinaan dan pendampingan dalam meraih sertifikasi

CBIB, sehingga hasil budidaya kab. Sidoarjo dapat lebih optimal dan pembudidaya sejahtera.

 

DOKUMENTASI PERINGATAN HARI NUSANTARA KE 23 TAHUN 2023

Surabaya, 11 Desember 2023